Nama ibu kota Provinsi Jawa Timur ini berasal dari 2 kata, yaitu Sura dan Baya. Menurut versi sejarah, Surabaya berarti selamat dari bahaya (sura = selamat, baya = bahaya). Pada saat itu wilayah Surabaya diserang oleh tentara Tar Tar (Mongol), namun pasukan pasukan Majapahit yang dipimpin oleh Raden Wijaya berhasil menumpasnya.
2. Bekasi – Namanya Berasal Dari Bahasa Sansekerta Kuno
Kota yang berbatasan dengan Jakarta ini belakangan menjadi sangat terkenal akibat banyaknya meme yang beredar tentang kota ini. Namun tahukan anda, bahwa menurut sejarahnya, kata Bekasi memiliki arti yang indah?
3. Semarang – Keanehan Dari Tumbuhnya Pohon Asem
Asal usul kota Semarang berawal dari jaman kerajaan Demak. Saat itu ada seorang pangeran yang bernama Raden Made Pandan. Selain disegani karena seorang bangsawan, beliau adalah juga seorang alim ulama. Beliau memiliki putera bernama Raden Pandanarang.
4. Banyuwangi – Ada Kisah Mengharukan di Balik Nama Ini
Sejarah penamaan kota yang berada di ujung timur Pulau Jawa ini berasal dari legenda. Alkisah, ada seorang putra raja bernama Pangeran Banterang. Beliau adalah seorang putera mahkota yang adil dan bijaksana. Beliau gemar sekali berburu. Hingga pada suatu ketika beliau tersesat di tengah hutan saat mengejar seekor rusa.
5. Pontianak – Menyusuri Sungai Dan Diganggu Oleh…Kuntilanak?
Berbeda dengan legenda kota-kota lain, legenda asal usul kota Pontianak mengandung unsur mistis. Pada tanggal 23 Oktober 1771 atau yang bertepatan dengan tanggal 24 Rajab 1181 H, sebuah rombongan yang dipimpin oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie berniat membuka hutan yang terletak di persimpangan Sungai Landak, Sungai Kapuas dan Sungai Kapuas Kecil. Dalam perjalanan menuju tempat tersebut, tepatnya saat menyusuri Sungai Kapuas, rombongan itu sering diganggu oleh makhluk halus yang berwujud kuntilanak.
6. Bondowoso
Pada kerajaan yang cukup megah di pulau Madura. Kerajaan ini memiliki wilayah yang luas, istana megah yang artistic dengan penataan gedung-gedung serta taman yang indah dan asri. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja memiliki beberapa orang putra, diantaranya bernama Raden Bagus Asra. Keberadaan putra-putranya merupakan kebahagiaan bagi kalangan keluarga kerajaan. Raden Bagus Asra memiliki jiwa kepemimpinan yang bisa diandalkan. Untuk memperluas daerah kekuasaan kerajaan, raja mengutus Raden Bagus Asra ke pulau jawabagian Timur. Dalam perjalannya didampingi oleh pengikut dan beberapa tentara kerajaan. Perjalan ke pulau Jawa ini melewati jalur laut yaitu selat Madura.
Dari perjalan itu akhirnya mendarat di suatu daerah yang bernama Besuki. Berawal dari Besuki inilah Raden Bagus Asra mengembara dan membuka hutan ke arah Selatan.
Hari demi hari bulan demi bulan, pekerjaan membabat hutan untuk dijadikan wilayah komunitas masyarakat baru dan wilayah kerajaan. Perjalanan untuk membuka wilayah baru melewati daerah perbukitan, lembah-lembah dan perkampungan-perkampungan kecil yang dihuni oleh beberapa kepala keluarga saja. Mereka umumnya bercocok tanam dan beterbak sebagai mata pencaharian.
Kehidupan mereka penuh gotong royong dan kekeluargaan. Suasana desa yang damai, aman dan nyaman membuat Raden Bagus Asra dan pengikutnya betah untuk singgah beberapa hari di desa itu untuk beristirahat dan memenuhi perbekalan perjalanan selanjutnya. Raden Bagus Asra tidak hanya membuka hutan saja, tetapi memberikan bimbingan dan penyuluhan cara bercocok tanam dan beternak yang baik kepada masyarakat kampung-kampung yang disinggahinya.
Di sela-sela istirahatnya di suatu pedukuhan, para pengikut Raden Bagus Asra membuat suatu
hiburan dan atraksi yaitu aduan sapi. Dimana aduan sapi ini merupakan hiburan yang sangat disenangi dan terus digandrungi oleh pengikut- pengikutnya dan masyarakat pedukuhan yang dilewati oleh Raden Bagus Asra, sehingga aduan sapi ini menjadi suatu kebiasaan yang terus
terpelihara sampai sekarang. Terutama di daerah-daerah yang pernah dilewati oleh Raden Bagus Asra dan pengikutnya. Pada suatu saat Raden Bagus Asra dan pengikutnya tiba di
suatu daerah pedukuhan yang subur. Dari kehidupan masyarakatnya
terdapat seorang tuan tanah yang kaya. Dengan kekayaan inilah tuan
tanah tersebut dapat mengatur daerahnya dan berkuasa disana.
Berawal dari kondisi inilah akhirnya Raden Bagus Asra menamakan pedukuhan itu dengan nama Bondowoso yang mempunyai arti Bondo adalah modal atau biaya dan
Woso adalah kuasa. Sehingga secara harfiyah dapat diartikan “mereka yang memiliki modal dapat berkuasa”. Di daerah inilah Raden Bagus Asra bersama pengikutnya
mengakhiri perjalan dan menetap untuk bercocok tanam serta hidup di
sana. Raden Bagus Asra bersama orang kaya tersebut mengembangkan
potensi alam yang ada dan sebagai perintis berdirinya kota Bondowoso.
(Diambil dari majalah Andaka)
7. Lumajang
Lumajang itu dulu tempat pelarian sekumpulan tentara majapahit (desersi) yg dikepalai Menak Koncar..karena pelarian mereka dikejar oleh tentara Majapahit, lalu Menak Koncar memberikan ajian ke Sungai Bondoyudo agar org yg melintasi sungai tsb ilmu/kesaktiannya akan lenyap sehingga jadi org biasa Akhirnya setiap utusan majapahit yang ingin menangkap Menak Koncar harus melewati Sungai Bondoyudo & akhirnya kesaktiannya lenyap & mudah dilumpuhkan.
Akhirnya kota tsb dinamakan Lumajang, berasal dari kata jawa lumlajeng yg artinya lari
Sedangkan terminal busnya dinamakan Terminal Menak Koncar
Sungai Bondoyudo masih ada sampai sekarang, menjadi pintu masuk dari arah barat ke lumajang
Menurut desas desus, para dalang yg akan melakukan pegelaran wayang di Lumajang biasanya ambil jalan memutar lewat Kencong untuk menghindari melintasi Sungai Bondoyudo,
8 Balikpapan
a. Adanya 10 keping papan yang kembali ke Jenebora dari 1.000 keping yang diminta oleh Sultan Kutai sebagai sumbangan bahan bangunan untuk pembangunan Istana Baru Kutai Lama. Kesepuluh papan yang balik tersebut disebut oleh orang Kutai Balikpapan Tu. Sehingga wilayah sepanjang Teluk Balikpapan, tepatnya di Jenebora disebut Balikpapan.
b. Suku Pasir Balik (suku asli Balikpapan) adalah keturunan kakek dan nenek bernama Kayun Kuleng dan Papan Ayun. Sehingga daerah sepanjang Teluk Balikpapan oleh keturunannya disebut Kuleng-Papan atau artinya Balikpapan (dalam bahasa Paser, Kuleng artinya Balik).
c. Dalam legenda lain juga disebutkan asal usul Balikpapan, yaitu dari seorang putri yang dilepas oleh ayahnya seorang raja yang tidak ingin putrinya tersebut jatuh ke tangan musuh. Sang putri yang masih balita diikat di atas beberapa keping papan dalam keadaan terbaring. Karena terbawa arus dan diterpa gelombang, papan tersebut terbalik. Ketika papan tersebut terdampar di tepi pantai ditemukan oleh seorang nelayan dan begitu dibalik ternyata terdapat seorang putri yang masih dalam keadaan terikat. Konon putri tersebut bernama Putri Petung yang berasal dari Kerajaan Pasir. Sehingga daerah tempat ditemukannya dinamakan Balikpapan
9. Malang
Malang sekarang yang disebut Malang Raya, era otonomi dibagi 3. Yaitu menjadi kabupaten Malang 33 kecamatan, Kota Malang 5 kecamatan, Kota Batu 3 kecamatan
Malang secara keseluruhan lahir pada jaman kerajaan Singhasari (pelafalan = Singosari). Daerah Malang dan sekitarnya termasuk Singosari (masuk Kabupaten) merupakan pusat kegiatan politik dan budaya sejak tahun 760 sampai dengan tahun 1414 berdasarkan tulisan batu di Dinoyo (masuk Kota Malang). Kegiatan selama masa itu diikuti oleh kegiatan budaya tidak dapat digambarkan sebagai perkembangan satu dinasti saja, melainkan merupakan rangkaian kegiatan politik dan budaya dari beberapa turunan. Demikian diungkapkan oleh almarhum Prof. Drs. S. Wojowasito dalam tulisannya tentang sejarah dan asal mula Kota Malang. Jadi wilayahnya ada dahulu sebelum sebutan Malang.
Sedangkan untuk sebutannya, ada beberapa versi (pernah dimuat di salah 1 surat kabar Malang Raya). Salah satu yang populer adalah teori mengenai Sultan Agung dari Mataram.
Ketika beliau hendak menguasai Tanah Jawa. Ada satu daerah yang sulit ditaklukan karena medannya berupa gunung. Sedangkan di dalam gunung tersebut banyak sekali kekayaan alamnya. Sehingga cocok dijadikan benteng pertahanan terakhir di Tanah Jawa. Lalu beliau berkata (kurang lebih seperti ini), "Ana panggon sing malang" (ada daerah yang menghalangi). That is all.
Oh ya, karena sejarah ini pulalah Belanda menimbang untuk menjadikan Malang kawasan gudang senjata dan sampai akhirnya sekarang ada Pindad di Malang daerah selatan.
source : Kaskus
No comments:
Post a Comment